Indomobil Miliki Saham Distributor Nissan Motor Indonesia, Harapan Baru?

AutonetMagz.com – Jika melihat portofolio merek mobil yang di-cover oleh Indomobil, bisa dikatakan bahwa merek "lama" yang performanya tidak terlihat garang adalah Nissan. Yap, Nissan memang cukup lesu dalam beberapa tahun terakhir, dan puncaknya adalah penghentian produksi lokal di Indonesia, baik merek Nissan maupun Datsun. Namun, ada langkah baru yang menarik di kubu Nissan, tepatnya di NMDI.

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan entitas bernama Nissan Motor Indonesia (NMI) bukan? Yap, agen pemegang merk Nissan di Indonesia sudah eksis sejak 2001 sebagai APM Nissan di Tanah Air. Namun, performa Nissan di Indonesia yang belum menunjukkan angka signifikan dalam beberapa tahun terakhir tampaknya membuat Indomobil mengurangi kepemilikannya di kubu NMI beberapa waktu lalu. Dan pada saat itu kami mengira ini bisa menjadi pertanda buruk. Namun, pekan lalu Indomobil mengambil langkah mengejutkan dengan mengakuisisi mayoritas saham Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI). Ingat, NMDI, bukan NMI, meski keduanya berjalan bersamaan untuk mendukung brand Nissan di Indonesia.

NMDI sendiri merupakan perusahaan yang merupakan joint venture antara Nissan Motor Company dan Indomobil. Sebelumnya Indomobil hanya memiliki 17,87% saham melalui grup Gallant Ventur Ltd, sisanya dimiliki oleh Nissan Motor Company. Saat ini, Indomobil mengakuisisi mayoritas saham mayoritas dari Nissan Motor Company, dengan total 75% saham, dimana 25% sisanya masih dikuasai oleh Nissan Motor Company. Artinya, Indomobil kini memiliki kendali atas manuver NMDI. Lalu, apa perbedaan antara NMI dan NMDI? Mengapa Anda harus memiliki 2 perusahaan di kamp Nissan? Sebenarnya ini hal yang wajar – wajar saja, karena kedua tugas tersebut berbeda.

NMI berperan sebagai Agen Pemegang Merek Nissan, sedangkan NMDI bertugas mendistribusikan kendaraan, suku cadang dan komponen baik di dalam maupun luar negeri (ekspor) serta mengimpor kendaraan dan suku cadang. Jadi, alamnya jelas, bukan? Oh ya, Nissan di Indonesia kini mengandalkan produk impor dan aliansi kolaborasi (Nissan Livina). Pabrik Nissan di Thailand kini menjadi satu-satunya pabrik untuk kawasan ASEAN. Jusak Kertowidjojo, Presiden Direktur dan CEO Indomobil Group, mengatakan pihaknya berkomitmen terhadap pasar Indonesia dengan terus meluncurkan berbagai produk baru.

Produk-produk ini akan berada di segmen strategis dan diharapkan terus memimpin mobilitas listrik di Indonesia. Produk tersebut antara lain The All-New Nissan Kicks e-POWER dan Nissan LEAF. Yap, semoga manuver ini menjadi harapan baru bagi Nissan di Indonesia. Kami berharap untuk itu.

Baca Sebelumnya:Soal Software, Toyota Tarik Ribuan Corolla & Prius Hybrid di Australia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *