Bisakah Anda mengendarai sepeda motor di India, Indonesia?

AutonetMagz.com – Jika Anda akan berkendara di jalan umum menggunakan sepeda motor, perlengkapan apa yang akan Anda gunakan? Helm full face, sarung tangan, jaket, sepatu, hingga celana panjang? Secara umum, kelengkapan memberikan rasa aman bagi kita untuk berkendara menggunakan sepeda motor, tetapi tidak sedikit yang cenderung mengabaikan kelengkapan mengemudi di jalan. Salah satunya menggunakan sandal sata pada sepeda motor.

Nah, di India, ada peraturan baru yang menyatakan bahwa pengendara sepeda motor dilarang memakai sandal. Jadi, perlengkapan keselamatan yang ditetapkan oleh Pemerintah India termasuk Helm, Jaket, Celana, dan Sepatu. Bagi pengendara yang tidak menyelesaikan peralatan keselamatan, maka bersiaplah untuk dikenakan sanksi dari polisi setempat. Pemerintah India menetapkan denda 1.000 Rupee atau setara dengan hampir 200 ribu Rupiah untuk pengguna sepeda motor yang masih menggunakan sandal. Jika Anda tidak ingin didenda, maka Anda tinggal di hotel Prodeo selama setengah bulan.

Sebenarnya, aturan ini bukan aturan baru di India, tetapi perubahan undang-undang lalu lintas pada 2019 membuat aturan ini lebih ketat. Sehingga polisi di India sekarang dapat menegakkan aturan-aturan ini lebih tegas. Di Indonesia, peraturan serupa sudah ada dan telah dihilangkan oleh palu. Mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan No. 12 tahun 2019, pengemudi kendaraan bermotor roda dua termasuk pengendara ojek online harus menggunakan sepatu saat mengemudi. Rincian tentang ketentuan ini dapat ditemukan dalam pasal 4 poin 1 ayat 3 Keputusan Menteri Perhubungan nomor 12 tahun 2019.

Dalam peraturan tersebut, aspek minimum yang harus dipenuhi oleh pengemudi sepeda motor adalah menggunakan jaket dengan bahan yang dapat memantulkan cahaya, menggunakan celana panjang, menggunakan sepatu, menggunakan sarung tangan, dan membawa jas hujan dan menggunakan standar nasional hel Indonesia. Ya, tapi sayangnya penegakan peraturan ini di Indonesia tergolong minimal. Pun demikian dengan sosialisasi terkait regulasi dan banding serta aspek kelengkapan.

Jadi apa yang Anda pikirkan? Apakah Anda setuju dengan penegakan peraturan ini di Indonesia? Mari sampaikan pendapat Anda, teman.

Baca Sebelumnya:Nissan X-Trail diselidiki di AS Mengenai Rem Otonomnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *